Wamendagri Apresiasi Peluncuran Pendidikan Antikorupsi, Tekankan Pentingnya Pembentukan Karakter Sejak Dini

Terkini 11 May 2026 15:44 3 min read 24 views By admin

Share berita ini

Wamendagri Apresiasi Peluncuran Pendidikan Antikorupsi, Tekankan Pentingnya Pembentukan Karakter Sejak Dini
Jakarta, Buserinvestigasi – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengapresiasi peluncuran panduan dan bahan ajar pendidikan an...

Jakarta, Buserinvestigasi – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengapresiasi peluncuran panduan dan bahan ajar pendidikan antikorupsi yang digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (11/5/2026). Menurut Wiyagus, peluncuran tersebut menjadi wujud nyata komitmen pemerintah bersama para pemangku kepentingan dalam merealisasikan poin ketujuh Asta Cita, yakni memperkuat reformasi hukum, birokrasi, serta pemberantasan korupsi. Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama penyelenggaraan pendidikan antikorupsi yang telah ditandatangani sejumlah pejabat tinggi negara pada April 2025, termasuk pimpinan KPK, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional. Wiyagus juga menyoroti masih terjadinya sejumlah operasi tangkap tangan di daerah sepanjang 2025 hingga 2026. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm bahwa penegakan hukum saja tidak cukup untuk memberantas korupsi. “Diperlukan kolaborasi serta langkah pencegahan yang kuat agar praktik korupsi dapat ditekan secara efektif,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pencegahan korupsi harus menjadi fondasi dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan kreatif. Penanaman nilai-nilai integritas seperti kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin dinilai penting dilakukan sejak usia dini, khususnya pada jenjang PAUD dan sekolah dasar. “Pada usia tersebut, karakter anak mulai terbentuk, sehingga sangat penting menanamkan nilai-nilai integritas sejak awal,” katanya. Sejalan dengan upaya tersebut, Wiyagus mengungkapkan bahwa KPK saat ini tengah melaksanakan Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2026. Ia pun mengajak pemerintah daerah (Pemda) untuk bersinergi dalam menyukseskan program tersebut. Dalam kesempatan itu, Wiyagus juga menyampaikan pesan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian kepada jajaran Pemda. Pemerintah daerah didorong segera menyusun regulasi yang mendukung implementasi pendidikan antikorupsi dengan melibatkan perguruan tinggi serta memanfaatkan bahan ajar yang telah disediakan. Selain itu, Pemda juga diminta mengintegrasikan pendidikan antikorupsi ke dalam kurikulum sekolah, baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Pemda juga diharapkan melaporkan hasil implementasi program tersebut melalui platform milik KPK, serta memperkuat peran inspektorat daerah dalam melakukan monitoring dan evaluasi di satuan pendidikan. “Kemendagri siap berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan dalam pelaksanaan pendidikan antikorupsi,” tegasnya. Sebagai informasi, peluncuran program ini ditandai dengan penyerahan buku secara simbolis oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Ketua KPK Setyo Budiyanto, Wamendagri Akhmad Wiyagus, serta Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo kepada perwakilan daerah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Banten Andra Soni, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat Asep Sukmana, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid, Bupati Bogor Rudy Susmanto, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Reporter: Dery 

Buser Investigasi